Ayatollah Khamenei: Kalau Barat Terapkan Sanksi, Iran Pangkas Ekspor Gas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 18 Februari 2015, 17:49 WIB
Ayatollah Khamenei: Kalau Barat Terapkan Sanksi, Iran Pangkas Ekspor Gas
Ayatollah Ali Khamenei/reuters
rmol news logo Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, negaranya akan menolak sanksi global yang dikenakan atas program nuklirnya. Ia bahkan menyebut bahwa Iran mungkin akan menanggapi tekanan internasional itu dengan mengurangi ekspor gas.

"Musuh menggunakan tuas sanksi dengan tujuan untuk menghentikan kemajuan rakyat kita," kata Khamenei dalam pidato publik di Teheran pada Rabu (18/2).

"Saya yakin bahwa bila kita mengijinkan mereka untuk mendikte kita terkait isu nuklir, mereka akan terus menggunakan sanksi semacam itu, karena apa yang mereka lawan merupakan dasar dari revolusi kita," sambungnya.

Diketahui, perbincangan Iran dengan negara-negara kekuatan ekonomi dunia, yakni Rusia, Tiongkok, Inggris, Perancis, dan Jerman untuk mengakhiri kebuntuan soal sanksi Barat dan isu nuklir belum menemukan titik terang.

Iran sendiri telah membantah berulang kali soal tudingan yang menyebut bahwa Iran memiliki ambisi untuk membuat senjata nuklir.

"Pekerjaan serius harus dilakukan. Kita bisa menahan sanksi dan menetralisir dan menggagalkan tujuan musuh," lanjut Khamenei seperti dimuat Reuters.

"Jika sanksi yang menjadi jalan, bangsa Iran juga bisa melakukannya. Koleksi besar minyak dan gas di dunia ada di Iran sehingga Iran jika diperlukan dapat menahan pada gas di mana Eropa dan dunia amat bergantung," tuturnya.

Diketahui, Iran memroduksi sekitar 2,7 juta barel minyak setiap harinya dan 600 juta meter kubik gas per hari. Sebagian besar dialokasikan untuk konsumsi domestik. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA