"Pemilihan umum ini tidak akan digelar bahkan bila kita mati," kata Shekau dalam sebuah video yang dirilisa secara online (Rabu, 18/2).
Boko Haram sendiri sebelumnya telah membuat pemilihan umum di Nigeria mundur beberapa minggu. Pemilihan umum itu sendiri mulanya dijadwalkan akan digelar pada tanggal 14 Februari lalu. Namun Komisi Pemilihan Umum Independen Nigeria terpaksa memundurkan jadwal hingga 28 Maret mendatang karena merasa Nigeria kekuarangan pasukan untuk menjaga agar pemilu berlangsung damai.
Hal itu disebabkan karena sebagian besar pasukannya fokus menangani Boko Haram yang berulah dan menargetkan warga sipil.
Seperti dimuat
Press TV, video itu muncul beberapa saat setelah Boko Haram melakukan dua serangan terpisah yang merenggut sedikitnya 38 nyawa.
Serangan pertama terjadi pada Selasa (17/2) di check point di desa Yamarkumi. Dalam serangan itu, sedikitnya 36 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.
Selang empat jam kemudian, Boko Haram melancarkan serangan kedua di wilayah Lobe yang menewaskan dua orang dan melukai 13 orang lainnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: