Ali menyebut, Irak menemukan bukti dalam beberapa pekan terakhir di kuburan massal yang berisi 10 hingga 20 jasad. Pada jasad-jasad tersebut ditemukan adanya sayatan.
"Beberapa jasad ditemukan termutilasi, beberapa bagiannya hilang," kata Ali dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York pada Selasa (17/2).
"Mengapa bagian menjadi hilang? Ini bentuk lain dari pembiayaan (ISIS)," sebutnya seperti dimuat
Press TV.
Ia menambahkan bahwa ulah ISIS telah menodai semua nilai kemanusiaan.
"Mereka telah melakukan yang paling keji tindakan teroris kriminal terhadap rakyat Irak apakah Syiah, Sunni, Kristen, Turkmen, Shabak atau Izadis," Jelas Ali.
"Ini adalah kejahatan fakta genosida yang dilakukan terhadap kemanusiaan yang harus bertanggung jawab sebelum keadilan internasional," tambahnya.
Ali juga menyebut, ISIS telah membunuh sekitar 10 dokter pada pekan lalu karena menolak melepaskan organ tubuh yang hendak diperjualbelikan.
[mel]
BERITA TERKAIT: