Acara yang digelar selama tiga hari itu digelar menyusul serangkaian kekerasan dan teror yang terjadi di sejumlah negara seperti Kanada, Australia, Perancis, dan Denmark.
Pertemuan itu juga digelar di tengah meningkatnya keprihatinan internasional atas munculnya kelompok militan ISIS di Timur Tengah.
Acara yang dihadiri sejumlah perwakilan dari seluruh dunia itu dibuka oleh wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Dalam pidatonya, Biden menyebut bahwa radikalisasi yang muncul bisa dikaitkan dengan imigran yang termajinalisasi di suatu negara.
"Masyarakat harus memberikan alternatif afirmatif bagi komunitas imigran," katanya seperti dimuat
BBC (Rabu, 18/2).
Ia juga menyebut bahwa Eropa sangat rentan terhadap serangan teror karena imigran yang ada tak jarang kurang terintegrasi dengan baik ke masyarakat.
Biden menyebut Boston, Los Angeles dan Minneapolis sebagai contoh kota yang telah membuat kemajuan dalam melawan ekstremisme lokal.
"Keamanan nasional mengalir dari rasa kebersamaan," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: