"Tidak ada pilihan lain dengan mempertimbangkan bahwa rakyat Libya harus setuju bahwa kita bertindak untuk memulihkan keamanan dan stabilitas," kata Sisi dalam sebuah wawancara dengan radio
Prancis Europe 1 dan dikuti
Press TV yang ditayangkan pada hari Selasa (17/2).
Pernyataan itu dikeluarkan Sisi setelah Mesir melancarkan serangan udara bersama melawan kubu kelompok militan ISIS yang telah merambah ke Libya. Dalam serangan itu tercatat setidaknya ada 64 militan ISIS yang tewas.
Bukan hanya itu, Mesir juga kabarnya melakukan penggerebekkan pada Senin (16/2) di kamp-kamp, tempat pelatihan, dan gudang senjata ISIS.
Langkah itu diambil Mesir menyusul ulah ISIS yang melakukan eksekusi massal terhadap 21 warga Kriesten Mesir di pesisir pantai di Tripoli Libya. Aksi ISIS itu dipublikasikan dalam bentuk video online.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: