"Penduduk dari Myanmar telah melintasi Tiongkok lebih dari 30 ribu kali sejak 9 Februari lalu," kata keterangan dari kantor pers pemerintah Yunan pada Senin (16/2).
"Sisi Tiongkok menyediakan kebutuhan bantuan dan pasokan, memberikan makanan, pelayanan kesehatan dan karantina," sambung pernyataan yang sama.
Bukan hanya membantu pengungsi, pemerintah Yunan juga memperketat patroli di wilayah perbatasan.
"Keseluruhan situasi di perbatsan Tiongko-Myanmar stabil. Kita berharao konflik di Myanmar bisa diselesaikan dengan damai dan terhindar dari kekecauan wilayah perbatasan," jelas penyataan itu seperti dimuat
China Daily.
Konflik itu sendiri diketahui bermula ketika Aliansi Tentara Nasional Demokrat (MNDAA) Myanmar meluncurkan serangan pada beberapa pos pemerintahan di Kokang sejak 9 Februari lalu.
Selama sepekan bentrokan, pasukan pemeirntah tercatat telah melakukan lima kali serangan udara. Menurut catatan yang ada, sekitar 47 tentara pemerintah Myanmar tewas dan 73 lainnya luka-luka dalam konflik tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: