Investigasi itu dilakukan menyusul adanya laporan yang ditulis oleh seorang jurnalis lepas, Charles Dickson yang menyebut ada ratusan gadis muda yang diperdagangkan dari kamp tersebut. Laporan itu sendiri telah dipublikasikan oleh Centre for Investigative Reporting (ICIR).
Dalam laporan itu disebutkan bahwa banyak pengungsi yang tidak terdaftar yang datang. Kapasitas kamp resmi pun tak lagi mampu menampung jumlah pengungsi yang berdatangan. Akibatnya, banyak kamp-kamp darurat yang dibuat.
Laporan yang mengutip keterangan seorang perawat yang tak disebutkan namanya itu menyebutkan bahwa banyak anak-anak yang dibawa ke rumah sakit setelah diperkosa di kamp-kamp pengungsi tersebut.
Bahkan laporan itu juga menyebutkan adanya pengungsi yang dijual sebagai pekerja rumah tangga tanpa upah. Bahkan dalam beberapa kasus ada pengungsi yang mengalami kekerasan seperti diperkosa berulang kali, dibakar, atau dilukai dengan pisau.
Menanggapia danya laporan tersebut, badan negara untuk penanganan darurat nasional Nigeri (NEMA) telah membentuk sebuah panel untuk melakukan investigasi. Investigasi kemudian akan dilakukan dengan cara mengunjungi setiap kamp pengungsi yang ada.
Menurut data dari Komisi Nasional Pemilihan Independen Nigeria, seperti dimuat
BBC, ada sekitar 3.2 juta orang yang pergi meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri dari ulah kelompok militan Boko Haram. Sekitar setengah dari mereka melarikan diri di dalam negeri, sementara sisanya ke negara-negara tetangga.
[mel]
BERITA TERKAIT: