Menurut keterangan dari ketua komisi pemilihan umum Nigeria Attahiru Jega, pemilihan yang semula rencananya akan digelar pada 14 Februari akan ditunda hingga 28 Maret. Hal itu dilakukan karena kurangnya pasukan pemerintah yang tersedia untuk melindungi pemilih.
Nigeria sendiri diketahui memang tengah berjuang melawan kelompok militan Boko Haram yang kerap melakukan serangkaian serangan kepada masyarakat sipil. Karena terlalu fokus melawan Boko Haram, sehingga, Nigeria kekuarangan pasukan untuk mengamankan penyelenggaraan pemilu.
"Meminta orang-orang untuk melaksanakan hak demokratis mereka dalam situasi di mana keamanan mereka tidak bisa dijamin merupakan tanggungjawab paling berat," sebutnya seperti dimuat
BBC (Minggu, 8/2).
Langkah tersebut dinilai oleh pemimpin partai oposisi Nigeria (APC), John Odigie-Oyegun merupakan kemunduran demokrasi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: