Mau Buat Lelucon Politik, Presiden Argentina Justru Dinilai Ejek Aksen Tiongkok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 05 Februari 2015, 13:48 WIB
Mau Buat Lelucon Politik, Presiden Argentina Justru Dinilai Ejek Aksen Tiongkok
Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner/net
rmol news logo Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner kebanjiran kritik setelah memposting pernyataan di akun twitternya.

Pernyataannya itu mulanya dinilai sebagai sebuah lelucon politik, namun di sisi lain justru dinilai mengolok-olok aksen dan cara bicara warga Tiongkok.

Menurutnya, warga Tiongkok tampak berupaya keras untuk bisa menyebut kata rice, petroleum, dan campora yang semuanya mengandung huruf  "r". Campora Sendiri berati nama Spanyol yang diberikan kepada sayap pemuda dari partai politiknya.

"Lebih dari 1.000 partisipan dalam acara itu. Apakah mereka semua dari Campola dan di dalamnya hanya untuk lice serta petloleum?" tulisnya di akun twitternya.

Bagi para pendukung politiknya, seperti dimuat BBC (Kamis, 5/2), pernyataan itu merupakan lelucon politik. Makna dari pernyataan itu adalah, Fernandez menuding bahwa pendukung partai politiknya ikut menghadiri acara di Tiongkok hanya sekedar untuk bisa mendapatkan sandwich dan minuman ringan gratis.

Namun ia sengaja memplesetkan kata rice, petroleum, dan campora itu dengan mengganti huruf "r" menjadi "l". Hal itu dinilai mengejek warga Tiongkok yang aksennya tidak terlalu fasih mengucapkan huruf "r".

Salah seorang pengguna akun twitter @FaundezLafarga menulis bahwa Fernandez kurang memiliki rasa hormat.

"Ia pergi ke Tiongkok untuk mencari kesepakatan ekonomi dan ia mengolok-olok aksen mereka," tulisnya.

Komentar senada dilontarkan  oleh jurnalis Financial Times, @GuyChazan.

"Ini semacam lelucon yang keluar dari gaya tahun 70an," sebutnya.

Namun dari pihak Tiongkok sendiri tidak ada komentar resmi terkait hal tersebut. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA