Perintah penangkapan itu dilakukan karena ulama yang bernama Imam Abdul Aziz itu alih-alih mengecam, malah justru mendukung aksi pembantaian yang dilakukan Taliban kepada anak-anak di sebuah sekolah yang dikelola militer di Peshwar beberapa pekan lalu.
Namun Abdul Aziz menyebut, tuduhan yang dijeratkan kepadanya itu tidak signifikan dan pihak keamanan harusnya lebih fokus menangkap orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan lebih serius.
"Kasus saya sangat kecil dan bahkan sub-inspektur dapat memberikan saya jaminan," katanya.
Juru bicara Red Mosque sendiri, seperti dikabarkan
BBC, menegaskan akan menolak penangkapan Aziz.
Perlu diketahui, Pakistan telah meningkatkan operasi anti teror sejak terjadi serangan terhadap sebuah sekolah publik di Peshwar pada 16 Desember lalu. Dalam kejadian itu, sedikitnya 152 orang tewas, termasuk 133 di antaranya adalah anak-anak.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah kembali memberlakukan hukuman mati bagi pelaku terorisme dan membentuk pengadilan militer untuk mengadili kasus terorise,
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif beberapa waktu lalu menegaskan bahwa negaranya akan melakuakn perubahan untuk memastikan bahwa tragedi semacam itu tidak akan terjadi lagi dan memastikan bahwa tidak akan ada tempat bagi terorisme, ekstremisme, sektarianisme dan intoleransi di Pakistan.
[mel]
BERITA TERKAIT: