Para pengungsi Irak itu diketahui melarikan diri dari rumahnya untuk menyelamatkan diri setelah kelompok militan ISIS mulai menguasai wilayah mereka.
Dalam percakapan telepon Paus menyebut bahwa dirinya selalu merasa dekat dengan para pengungsi.
"Yang terhormat saudara-saudaraku. Saya dekat dengan kalian, sangat dekat pada kalian di dalam hari saya," kata Paus.
Ia juga menyebut bahwa dirinya ikut bersama dan merasakan duka anak-anak, serta orang-orang lanjut usia di Irak yang ikut menjadi korban dalam konflik yang terjadi.
"Anak-anak tak berdosa, anak-anak yan telah tewas, anak-anal yang tereksploitasi. Saya juga berpikir soal kakek-nenek, soal orang tua yang telah menjalani hidup mereka dan sekarang harus menanggung salib ini," sambungnya.
Paus menambahkan bahwa perjuangan mereka yang mengungsi tak ubahnya perjuangan Yesus.
"Saya memeluk kalian semua dan berharap Natal yang kudus bagi anda semua," kata Paus seperti dikabarkan
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: