Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Maladewa, pesawat dan kapal tersebut telah tiba hari ini (Senin, 8/12) untuk membantu menyediakan air minum yang layak bagi warga.
Bukan hanya itu, pemerintah Tiongkok juga bahkan menggelontorkan dana sumbangan sebesar 500 ribu dolar AS bagi pemerintah Maladewa untuk mempercepat perbaikan di pabrik desalinasi dan mengembalikan aliran air ke ibukota.
Sumbangan itu diberikan setelah pemerintah Maladewa mengumumkan bahwa negara tersebut diperkirakan memerlukan 20 juta dolar AS untuk memperbaiki pabrik yang rusak akibat kebakaran yang terjadi pekan lalu. Hal itu mengakibatkan sekitar 130 ribu diwa di ibukota hidup kekurangan air selama empat hari.
"Pemerintah Tiongkok telah maju dengan sumbangan 500 ribu dolar AS. Diskusi sedang berlangsung dengan Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan pemerintah Arab lainnya. Kami berharap untuk mendapatkan bantuan keuangan dari mereka," kata Menteri Pertahanan Maladewa Mohamed Nazim seperti dikabarkan
China Daily. Selain dana dari Tiongkok, bantuan swasta juga datang sebesar satu juta dolar AS dari sumber anonim yang merupakan pengusaha asal Saudi.
Perlu diketahui, pelayanan air ke ibukota Male lumpuh total sejak Kamis pekan lalu setelah kebakaran merusak komponen penting dari fasilitas desalinasi air di pulau tersebut. Hal itu menyebabkan ribuan orang kesulitan air untuk keperluan sehari-hari.
[mel]
BERITA TERKAIT: