Pasalnya, berdasarkan saran dari tim dokter yang merawatnya, Raja Bhumibol Adulyadej belum berada dalam kondisi prima untuk muncul di hadapan publik.
"Sebuah tim dokter kerajaan setujua bahwa ia (Raja) belum siap untuk tampil di kerajaan dan karena itu dokter telah merekomendasikannya untuk membatalkan kegiatan kerajaan," kata biro rumah tangga Kerajaan Thailand dalam sebuah pernyataan.
Raja Bhumibol telah dilarikan ke Rumah Sakit Siriraj Bangkok pada bulan Oktober untuk menjalani operasi pengangkatan kandung empedunya. Ia diketahui muncul di hadapan publik pada November lalu.
Di Thailand, hari ulang tahun raja dikenal sebagai "Hari Ayah" dan merupakan hari libur umum.
Mendengar pengumuman kerajaan itu, ribuan orang berkumpul di rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada Raja Bhumibol. Sebagian besar di antara mereka mengenakan pakaian berwarna kuning yang memiliki kaitan dengan kerajaan.
Reuters mengabarkan, sebagian di antara mereka ada yang berteriak "hidup raja", sebagian lainnya memegang potret sang raja.
Raja Bhumibol, yang juga dikenal sebagai Rama IX di masa lalu kerap menggunakan momen ulang tahunnya untuk mengomentari keadaan bangsa, seperti pada tahun 2001 lalu di mana ia mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Raja juga telah melakukan sejumlah intervensi di tengah pergolakan politik Thailand pada tahun 1970-an dan 1990-an lalu. Namun dalam pergolakan politik terbaru di Thailand pada November tahun lalu hingga kudeta 22 Mei lalu, Raja Bhumibol cenderung lebih diam.
[mel]
BERITA TERKAIT: