"Kami berpacu dengan waktu," kata juru bicara Gedung Putih Eric Schultz dikutip kantor berita
AFP.
Diketahui menteri luar negeri (menlu) Iran dan menlu dari enam negara kekuatan dunia yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Tiongkok masih terus menggelar pertemuan di Wina Austria pada akhir pekan ini. Mereka menggelar pembicaraan, negosiasi dan sejumlah agenda lainnya untuk merumuskan kesepakatan bersama terkait nuklir Iran.
Keenam negara kekuatan dunia itu meminta Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan berupa pencabutan sanksi PBB. Namun Iran bersikeras menyebut program nuklir yang dibuatnya murni untuk pembangkit energi.
"Jelas, batas waktu hari Senin, dan orang-orang di sana (di Wina) bekerja mati-matian untuk memenuhi kebutuhan itu. Namun demikian, kesenjangan serius masih tetap bertahan," sambung Schultz.
Sementara itu Menlu Inggris Philip Hammond menyebut bahwa pihaknya meminta Iran menunjukkan fleksibilitasnya terkait negosiasi yang masih terus berlanjut.
Di sisi lain, Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut bahwa semua elemen yang diperlukan telah dipaparkan dan akan bisa terjalin kesepakatan bila ada
political will dari setiap pihak.
[mel]
BERITA TERKAIT: