Dalam buku berbahasa Rusia setebal 328 halaman itu, Drugov menuliskan soal proses dan perkembangan politik Indonesia setelah tahun 1998 ketika terjadi reformasi di Indonesia. Sejak saat itu Indonesia mulai era keterbukaan.
Selain aspek politik, dalam buku yang terdiri dari 5 bab itu ia juga menuliskan soal konflik horizontal di Indonesia yang terjadi bukan hanya karena isu agama, tapi juga soal isu perbedaan sosial dan kesenjangan.
Buku yang ditulisnya selama dua tahun itu telah dirilis bulan ini.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus di KBRI Moscow, Djauhari Oratmangun mengaku mengapresiasi buku tersebut. Terlebih, itu bukan buku pertama soal Indonesia yang ditulis oleh Drugov, melainkan buku kedelapan yang pernah ditulisnya.
"Saya menghargai ada orang Rusia menulis buku dan memperhatikan tentang Indonesia. Dalam buku tersebut, perkembangan politik dalam masyarakat Indonesia modern diulas dari kacamata Rusia," ujar Dubes Djauhari dalam rilis yang diterima redaksi.
Perlu diketahui, Drugov yang berusia 78 tahun sempat tinggal di Indonesia pada tahun 1962-1964. Ketika tinggal di Indonesia, ia pernah bertemu dengan Presiden RI pertama, Soekarno. Kecintaannya terhadap Indonesia diungkapkan melalui buku-buku yang ditulisnya, yang semuanya menceritakan tentang Indonesia.
[mel]
BERITA TERKAIT: