Associated Press mengabarkan, bentrokan terjadi di sejumlah lokasi di ibukota Zambia, Lukasa seperti di Universitas Zambia serta gedung pemerintahan yang ditunjuk sebagai lokasi melayat bagi mendiang presiden Zambia yang tutup usia pekan lalu, Michael Sata. Pengunjuk rasa melempari gedung dan polisi yang berjaga dengan batu, parang, dan senjata lainnya. Polisi pun membalas dengan tembakan gas air mata untuk menghalau para pengunjuk rasa.
Aksi pengunjuk rasa itu dilakukan sebagai bentuk protes atas keputusan Scott yang memecat sekretaris jenderal partai yang berkuasa di Zambia, Edgar Lungu.
Lungu yang sebelumnya menjabat Menteri Pertahanan dan Keadilan menyebut, pemecatannya merupakan tindakan ilegal. Ia juga menuding, keputusan Scott itu merupakan bentuk penghinaan bagi budaya Zambia.
Diketahui, Scott yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden menduduki kursi Presiden Zambia usai Sata meninggal pada 28 Oktober lalu di London.
Duduknya Scott di kursi nomor satu Zambia menuai perdebatan mengingat ia merupakan orang kulit putih pertama yang menjadi Presiden Zambia. Selain itu, Scott juga menghadapi hambatan konstitusi mengingat ia merupakan keturunan Skotlandia dan orang tuanya bukan kelahiran Zambia.
Di bawah konstitusi, Zambia harus mengadakan pemilihan presiden dalam waktu 90 hari dari kematian presiden. Scott mengaku, ia tidak tertarik untuk maju dalam pemilihan presiden. Selain itu ia juga mengaku sadar akan hambatan konstitusional yang dihadapinya.
Salah satu calon terkuat yang mungkin maju sebagai calon presiden Zambia adalah Lungu yang berasal dari partai Front Patriotik berkuasa.
[mel]
BERITA TERKAIT: