Pemerintah Tiongkok melalui Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional dalam sebuah pernyataan menyebut telah menunjuk sejumlah rumah sakit yang akan menangani kasus bila suatu saat ditemukan pasien dengan Ebola di negeri tirai bambu itu. Rumah sakit yang ditunjuk diharuskan mengamankan pasokan peralatan, obat-obatan, desinfektan, dan alat pelindung untuk pengobatan yang diperlukan serta menyiagakan ambulans untuk membawa pasien.
Selain itu, rumah sakit yang ditunjuk juga harus memetakan arus kerja secara terperinci untuk membimbing para pekerja medis dalam melakukan respon darurat bila suatu saat ditemukan kasus Ebola. Rumah sakit tersebut juga harus mempersiapkan tempat karantina efektif khusus agar limbah medis dapat dibuang dengan aman.
Menurut komisi tersebut, dikutip
Xinhua, semua lembaga kesehatan di Tiongkok juga harus memiliki fasilitas penelitian yang cukup untuk menganalisa kasus Ebola.
Sejauh ini belum ada laporan kasus Ebola yang ditemukan di Tiongkok.
Virus mematikan itu diketahui mewabah di sejumlah negara di Afrika Barat, terutama di Liberia, Sierra Leone, dan Guinea. Menurut catatan WHO hingga saat ini ada setidaknya 9.191 kasus Ebola dan 4.546 kematian akibat virus yang menular lewat cairan buangan tubuh itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: