Pekerja Bantuan Korsel di Afrika Barat Rentan Tertular Ebola

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 21 Oktober 2014, 13:42 WIB
Pekerja Bantuan Korsel di Afrika Barat Rentan Tertular Ebola
kampanye menghentikan penularan Ebola/net
rmol news logo Pekerja bantuan Korea Selatan di Afrika Barat rentan tertular virus mematikan Ebola akibat kurang dibekali pakaian pelindung serta perangkat medis lainnya.

Mengutip data dari Korea International Cooperation Agency (KOICA), seorang anggota parlemen dari Partai Saenuri Kim Jae-won menyebut, saat ini ada 102 warga Korea Selatan yang menjadi pekerja bantuan di sejumlah negara Afrika Barat tanpa perlindungan yang tepat dari penyebaran wabah.

"KOICA dan pekerja lainnya di kirim ke area dekat dengan tiga negara Afrika Barat yang terkena wabah terburuk yakni Liberia, Sierra Leone, dan Guinea rentan infeksi karena kurangnya pakaian perlindungan dan item lainnya," kata Kim dikabarkan Yonhap (Selasa, 21/10).

Para pekerja bantuan itu dikhawatirkan memiliki resiko tinggi untuk tertular virus sebagai akibat dari pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk berhubungan dengan penduduk setempat. Terlebih, para pekerja bantuan itu tidak dibekali dengan perlengkapan perlindungan diri yang memadai.

Pada bulan Agustus lalu, pemerintah Korea Selatan sendiri telah berencana untuk mengirimkan pakaian pelindung dan peralatan medis lainnya yang dibutuhkan kepada misi diplomatiknya di Afrika Barat. Namun Kim menyebut, hingga saat ini, rencana itu belum juga terealisasikan.

"Pemerintah harus menyusun langkah cepat atas penyakit menulai ini bagi pekerja kami di negara-negara yang terkena wabah Ebola dan negara-negara tetangga mereka," sambung Kim.

Korea Selatan pekan lalu telah membuat rencana untuk mengirimkan tim penasihat dari pejabat pemerintah ke sejumlah negara yang terkena dampak terparah Ebola untuk mengamati situasi sebelum akhirnya mengirimkan tenaga medis demi membantu memerani Ebola.

Negeri ginseng juga telah berjanji untuk menggelontorkan dana sebesar 5.6 juta dolar AS untuk membantu upaya global dalam mencegah penyebaran virus yang telah menewaskan lebih dari 4.500 orang. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA