"Kami menyerukan kepada seluruh warga kami di dalam negeri untuk bergegas ke Al Aqsa dan mempertahankannya," kata Khaled dikutip
Russia Today (Jumat, 17/10).
"Kami menyerukan kapda bangsa untuk marah dan mengirimkan pesan kemarahan yang menyakitkan kepada dunia bahwa rakyat Palestina, bangsa Arab dan Muslim tidak akan tinggal diam pada kejahatan Israel," sambungnya.
ketika ditanya apakah seruan itu dapat memicu konflik mematikan serupa dengan yang terjadi di Gaza beberapa bulan lalu itu, ia menyebut bahwa tak satupun orang di dunia ini yang menginginkan perang.
"Tapi itu hak kita untuk melawan dan melindungi hak-hak kita. Kami berada di bawah pendudukan dan telah menolak selama seratus tahun dan akan terus berlanjut," tegasnya.
Ia menggarisbawahi bahwa Al Aqsa adalah situs yang penting dan harus terhindar dari pertempuran senjata ataupun pembatasan akses.
Sebelumnya diketahui, pasukan Israel memutuskan untuk membatasi warga Palestina yang akan memasuki Al Aqsa. Hanya warga Palestina yang berusi di atas 50 tahun yang boleh memasuki salah satu situs bersejarah bagi umat Muslim itu.
Pembatan itu memicu kekhawatiran bahwa Israel akan membatasan akses ke masjid itu bagi semua Muslim.
Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah semua asumsi itu.
"Saya berkomitmen dan Israel berkomitmen untuk mempertahankan status quo persis seperti yang telah dilakukan selama beberapa dekade," jelasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: