Namun potensi bisnis itu masih bisa digenjot, mengingat baru perusahaan-perusahaan besar yang berbisnis di Afrika, seperti Indofood, Medco Energi Internasional, dan Indo-Rama Synthetics.
"Yang perlu ditingkatkan (bisnis) menengah dan kecil, bagaimana produk-produk UMKM kita harus masuk pasar Afrika," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal usai menghadiri acara International Seminar on Africa Rising di Nusantara Room Kemenlu, Jakarta (Rabu, 15/10).
Selain hubungan di bidang bisnis, hubungan RI-Afrika dinilai Dino juga perlu ditingkatkan. Ia menjelaskan, Indonesia perlu menempatkan perwakilan diplomatiknya di sejumlah negara Afrika yang saat ini tengah tumbuh pesat secara ekonomi, seperti Rwanda, Ghana dan Angola.
Sejauh ini, kata Dino, negara Afrika yang telah menjadi mitra strategis Indonesia sekarang adalah Afrika Selatan.
"Tapi saya rasa tidak perlu menunggu 100 strategic partner untuk membangun hubungan baik," tandas Dubes RI untuk AS ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: