Wamenlu: Hubungan Bisnis RI-Afrika Bisa Digenjot

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 15 Oktober 2014, 14:31 WIB
Wamenlu: Hubungan Bisnis RI-Afrika Bisa Digenjot
Dino Patti Djalal/net
rmol news logo Hubungan Indonesia dengan Afrika dalam bidang bisnis hingga saat ini cenderung normal.

Namun potensi bisnis itu masih bisa digenjot, mengingat baru perusahaan-perusahaan besar yang berbisnis di Afrika, seperti Indofood, Medco Energi Internasional, dan Indo-Rama Synthetics.

"Yang perlu ditingkatkan (bisnis) menengah dan kecil, bagaimana produk-produk UMKM kita harus masuk pasar Afrika," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal usai menghadiri acara International Seminar on Africa Rising di Nusantara Room Kemenlu, Jakarta (Rabu, 15/10).

Selain hubungan di bidang bisnis, hubungan RI-Afrika dinilai Dino juga perlu ditingkatkan. Ia menjelaskan, Indonesia perlu menempatkan perwakilan diplomatiknya di sejumlah negara Afrika yang saat ini tengah tumbuh pesat secara ekonomi, seperti Rwanda, Ghana dan Angola.

Sejauh ini, kata Dino, negara Afrika yang telah menjadi mitra strategis Indonesia sekarang adalah Afrika Selatan.

"Tapi saya rasa tidak perlu menunggu 100 strategic partner untuk membangun hubungan baik," tandas Dubes RI untuk AS ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA