Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Werijon menyampaikan bahwa pembentukan X Point UMKM ini merupakan langkah konkret untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas sosial dan keamanan wilayah melalui pendekatan pembinaan yang berkelanjutan.
“X Point UMKM KODAERAL X dibentuk sebagai pusat fasilitas dan pembinaan UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta daya saing secara berkelanjutan,” ujar Werijon dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.
X Point UMKM KODAERAL X berfungsi sebagai sarana pembinaan terpadu yang mencakup pendampingan dan pengawasan di berbagai aspek usaha, mulai dari manajemen usaha, pemasaran, pengemasan produk, perizinan, hingga literasi keuangan.
Melalui pembinaan ini, UMKM binaan diharapkan mampu tumbuh secara profesional dan berdaya saing.
Sejalan dengan karakter wilayah kerja Kodaeral X, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi wilayah pesisir dan maritim, dengan mengoptimalkan potensi lokal di sektor kelautan, perikanan, serta berbagai produk turunan maritim yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Selain itu, program ini berperan sebagai jembatan akses pasar bagi produk UMKM, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Akses pemasaran tersebut diwujudkan melalui penyediaan etalase produk, keikutsertaan dalam berbagai event, serta pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Lebih lanjut, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui X Point UMKM diyakini akan berdampak langsung pada stabilitas sosial dan keamanan wilayah, sehingga mendukung terciptanya situasi yang kondusif dan harmonis.
Melalui program ini, Kodaeral X menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan pendekatan soft power, sebagai wujud nyata peran TNI AL tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga dalam pembinaan dan penguatan potensi masyarakat demi pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: