"Pasukan kami siap pergi. Kami tengah menyelesaikan dokumentasi legal," kata Abbott (Selasa, 7/10).
Namun ia belum bisa memastikan kapan tepatnya pasukan-pasukan itu akan dikerahkan.
"Saya berharap bisa selesai dengan cepat karena itu adalah misi yang sangat penting di mana pasukan kami akan mulai memberikan nasihat dan membantu angkatan bersenjata Irak," sambungnya dikutip
ABC news.
Pekan lalu, sejumlah jet tempur F/A-18F Super Hornet milik Australia telah menjalankan misi pertamanya sejak ada persetujuan kabinet. Namun sejauh ini belum ada basis kelompok ISIS yang bisa dijadikan sasaran.
Selain pengerahan pesawat tempur, kabinet Australia juga menyetujui pengerahan sekitar 200 kekuatan darat, termasuk pasukan khusus untuk memberikan saran dan membantu pasukan keamanan Irak. Australia membatasi untuk tidak mengerahkan pasukan di pertempuran darat.
Namun Abbott tidak merinci soal hambatan legal apa saja yang masih harus diselesaikan.
"Kami telah menulis kepada Irak. Irak telah membalas surat kami dan kami sekarang perlu mempertimbangkan tanggapan mereka," kata Abbott.
Perlu diketahui, Australia merupakan salah satu negara dari puluhan negara Eropa dan Timur Tengah lainnya termasuk Kanada yang telah bergabung dengan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk melawan ISIS di Irak dan Suriah.
[mel]
BERITA TERKAIT: