MINUSMA mengungkapkan kepada
AFP, serangan itu dilakukan oleh Gerakan untuk Keesaan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO).
"Ini adalah serangan paling mematikan terhadap misi PBB di Mali," begitu pernyataan dari MINUSMA.
Pesawat militer segera dikerahkan untuk mengamankan daerah tersebut.
Serangan ini telah menambah panjang daftar korban tewas menjadi 30 orang sejak penyebaran tentara MINUSMA pada Juli tahun lalu.
Seorang pejabat MINUSMA mengungkapkan, insiden terjadi saat konvoi pasukan penjaga pedamaian PBB itu tengah berjalan di jalan Menaka-Asongo. Mereka disergap oleh sekawanan orang yang menggunakan sepeda motor.
"Para teroris telah mengancam untuk melakukan serangan dalam jangka sampai Hari Raya Idul Adha," kata sumber tersebut.
Menteri Inggris untuk Afrika, James Duddridge, marah atas insiden penyerangan ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
"Saya mengutuk serangan ini tanpa syarat. Serangan terhadap perwakilan PBB tidak bisa diterima dan tidak dapat dibenarkan. Pikiran dan simpati saya berikan untuk keluarga dan rekan-rekan dari korban yang tewas dan terluka dalam serangan itu, dan untuk pemerintah dan rakyat Mali dan Niger," kata Duddridge.
[mel]
BERITA TERKAIT: