Menurut Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, tambahan itu diberikan untuk menanggapi permintaan PBB yang menyebut butuh tambahan 50 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan penangan Ebola sepanjang bulan depan.
"Pemerintah telah memperkirakan bahwa, pada tahap ini, kontrubusi finansial adalah cara terbaik dan terefisien bagi Australia untuk memberikan kontribusi cepat sebagai bentuk global mendukung layanan kesehatan di garis depan di negara-negara yang terkena dampak," kata Bishop dalam sebuah pernyataan (Kamis, 2/10).
Sementara itu kelompok bantuan dari partai oposisi Australia, The Doctors Without Borders telah meminta Australia untuk juga mengirimkan tim medis demi membantu memenuhi kekurangan dokter di Afrika Barat, lokasi terburuk yang terkena dampak penyebaran wabah.
Selain itu, badan amal Australia, Save the Children menyerukan agar pemerintah Australia mengikuti jejak Amerika Serikat dengan mengirimkan pasukan demi membantu mempercepat pembangunan fasilitas medis untuk menampung lebih banyak pasien Ebola yang masih banyak tak tertangani.
Namun Bishop, dikutip
ABC News menegaskan bahwa Australia tidak memiliki kapasitas untuk mengevakuasi setiap warga Australia bila terinveksi virus tersebut. Dengan demikian pemerintah Australia, jelas Bishop, tidak akan mengirimkan pasukan kecuali mereka bisa dengan aman dievakuasi.
Bishop juga menyebut, Australia tidak memiliki pesawat yang cocok untuk mengevakuasi pasien Ebola. Bahkan jika Australia tetap kirimkan bantuan, waktu penerbangan dari Afrika Barat menuju Australia yang mencapai 30 jam dinilai terlalu lama untuk perawatan medis yang efektif.
[mel]
BERITA TERKAIT: