Kata juru bicara IOM, Christiane Berthiaume pada Senin (15/9), berdasarkan keterangan yang dikumpulkan dari para saksi diketahui bahwa kapal meninggalkan Damietta Mesir awal bulan ini dengan membawa imigran yang melarikan diri dari wilayah konflik seperti Suriah, Palestina dan Sudan.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dua warga Palestina yang selamat, kapal itu tenggelam setelah ditabrak dengan sengaja oleh kapal milik komplotan yang diduga melakukan perdagangan manusia. Hal itu terjadi setelah sebelumnya sempat terjadi konfrontasi kekerasan dan konflik antara komplotan dan para imigran karena imigran menolak ketika hendak dipindahkan ke kapal yang lebih kecil.
Tak lama setelah ditabrak, kapal pembawa ratusan imigran itu pun oleng dan segera tenggalam. Danya ada sekitar sembilan orang yang diyakini selamat. Beberapa diantaranya segera diangkut dengan helikopter untuk mendapatkan perawatan di Yunani.
Insiden serupa juga terjadi pada Senin pagi (15/9) ketika puluhan orang tewas saat sebuah kapal yang membawa 250 warga Afrika berhasil ditangkap bahkan sebelum meninggalkan Libya menuju Eropa.
Daily Mail mengabarkan, jumlah pengungsi membengkak setelah ribuan orang melarikan diri dari negaranya yang berkonflik sepertid i Suriah, Irak, dan sejumlah negara lainnya di Timur Tengah dan Afrika. Tidak sedikit dari mereka yang berupaya menyelundup masuk ke kawasan Eropa atau negara lainnya untuk menjadi penghidupan yang lebih aman.
Menurut catatan badan penangana pengungsi PBB, sejak awal tahun ini ada hampir 110 ribu orang yang telah berhasil diselamatkan saat hendak bermigrasi dengan menggunakan perahu yang tidak aman. Namun tercatat ada setidaknya 1.889 orang yang tercatat tewas karena melakukan perjalanan berbahaya melalui laut itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: