Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest menyebut, pihaknya telah rutin berkomunikasi dengan keluarga Foley untuk mengabarkan informasi terbaru soal upaya pembebasannya dari tangan militan sejak diculi 2012 lalu.
"Kepulangan dan penyelamatannya terus menjadi prioritas pemerintahan ini. Setiap alat yang kami miliki akan kami coba untuk membebaskan Foley, termasuk upaya penyelamatan yang dilakukan militer dengan risiko tinggi," kata Ernest pada
CNN (Jumat, 12/9).
"Tragis memang karena kami tidak berhasil menyelamatkannya. Jadi hati saya tertuju untuk pihak keluarga (Foley)," lanjutnya.
Sebelumya Diane menuturkan bahwa keluarga pernah diminta menyiapkan uang tebusan untuk membebaskan Foley.
"Kami hanya diyakinkan bahwa ia (Foley) akan dibebaskan entah bagaimana caranya tetapi kenyataanya tidak, ya kan?" kata Diane.
Ia juga mengaku kecewa dengan cara pemerintah Amerika Serikat menangani kasus anaknya. Ia menilai pembebasan Foley bukan merupakan kepentingan strategis negaranya.
Foley merupakan seorang jurnalis yang menjadi tawanan ISIS. Ia muncul dalam sebuah video eksekusi ISIS pada 19 Agustus lalu. Video itu sendiri merupakan pesan ancaman dari ISIS bagi Amerika Serikat yang melancarkan serangan udara ke wilayah Irak.
[mel]
BERITA TERKAIT: