Dibebaskan, Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Asal Fiji Dilarikan ke Israel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 12 September 2014, 10:18 WIB
Dibebaskan, Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Asal Fiji Dilarikan ke Israel
pasukan fiji yang bebas dari penahanan nusra front/reuters
rmol news logo Sejumlah pasukan penjaga perdamaian PBB asal Fiji dibebaskan oleh kelompok militan Nusra Front di Suriah setelah ditahan selama dua minggu terakhir. Para pasukan tersebut tiba dengan selamat di Dataran Tinggi Golan yang menjadi wilayah otoritas Israel pada Kamis (11/9).

"Kami membuka perbatasan dan mereka masuk," kata jurubicara militer Israel tanpa menyebutkan dengan pasti berapa jumlah pasukan yang dibebaskan.

Reuters mengabarkan, setelah pasukan-pasukan itu memasuki wilayah Israel, mereka kemudian dibawa dengan konvoi militer menggunakan minubus milik PBB.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, melalui juru bicaranya di New York menyambut baik pembebasan itu dan meminta pada semua pihak yang berada di lokasi penculikan untuk menghormati pasukan PBB yang bertugas. Ia juga menyebut bahwa dalam proses pembebasan itu tidak ada uang tebusan yang diminta oleh kelompok militan.

Sementara itu Perdana Menteri Fiji Voreqe Bainimarama, menyebut para pasukannya yang sempat ditahan kelompok militan itu adalah pahlawan.

"Ini adalah misi mulia, kita akan terus melakukan (mengerahkan pasukan) setiap kali kita dipanggil oleh PBB," kata Bainimarama.

"Mereka semua sehat, mereka berada dalam semangat yang tinggi dan mereka akan segera menjalin komunikasi dengan keluarga dan orang terkasihnya di sini di Fiji," sambungnya.

Diketahui ada sekitar 45 orang pasukan Fiji ditahan oleh kelompok militan yang berafliasi dengan Al-Qaeda itu dua pekan lalu di wilayah perbatasan antara Suriah dan Israel.

Nusra Front sebelumnya menyebut, penculikan itu dilakukan karena mereka menduga pasukan PBB mendanai pasukan loyalis Bashar al-Assad. Namun kemudian beredar kabar bahwa penahanan yang dilakukan Nusra Front adalah bentuk tuntutan agar namanya dihapus dari daftar teroris oleh negara-negara Barat.

Fiji sendiri sejak merdeka dari Inggris tahun 1970 menjadi negara yang mengirimkan pasukannya untuk bergabung dengan misi penjaga perdamaian PBB di sejumlah negara, termasuk di Suriah. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA