Seperti yang terjadi pada Minggu (7/9), puluhan warga Palestina terlibat kerusuhan setelah menggelar aksi protes di wilayah Yerusalem Timur. Protes tersebut dilakukan setelah mendengar kabar adanya seorang pemuda dari lingkungan mereka yang tewas dalam bentrokan dengan polisi Israel pekan lalu.
Para pengunjuk rasa di kawasan Wadi al-Joz melemparkan batu serta bom molotov yang dibalas dengan peluru karet oleh petugas Israel dalam kerusuhan yang terjadi selama beberapa jam itu. Tidak ada laporan soal korban yang mengalami luka serius dalam kejadian itu.
Pengunjuk rasa memprotes tewasnya Mohammed Sinokrot pada pekan sebelumnya. Remaja berusia 16 tahun itu diketahui mengalami luka serius di kepala akibat terkena peluru karet oleh polisi Israel sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Di hari yang sama, seperti dikabarkan
Reuters, bentrokan juga terjadi ketika sejumlah warga Palestina menyerang pompa bensin di lingkungan Yahudi di Yerusalem Timur. Mereka merusak pompa bahan bakar dan berupaya menyalakan obor di situ.
Di luar sorotan konflik Gaza, kerusuhan serta bentrokan semacam itu masih terjadi antara warga Palestina dan Israel.
Kedua negara diketahui kerap berkonflik sejak Israel merebut wilayah Yerusalem Timur bersama dengan Gaza dan Tepi Barat dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967. Kemudian pada tahun 1980, Israel meloloskan undang-undang yang menyatakan bahwa Yerusalem merupakan ibukota Israel. Langkah Israel tersebut tidak diakui secara internasional pada saat itu.
Sejak saat itu, Israel terus memperluas wilayahnya dan mnggerus wilayah Palestina dengan membangun pemukiman Yahudi.
Kedua negara kerap terlibat dalam konflik atau insiden baik dalam skala kecil ataupun besar hingga saat ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: