Menurut advokat hak asasi perempuan, Amal Al Basha kaum perempuan telah berjuang untuk hal ini dalam waktu yang lama. Karana itu, Basha dan rekan-rekannya akan mengamankan proses keterwakilan Perempuan di Yaman di kursi pemerintahan.
Sebagai buntut dari pemberontakan “Negara 2011†dan selama 10 bulan Konferensi Dialog Nasional (National Dilaogue Conference / NDC), Basha dan delegasi pro-kuota NDC lainnya mampu mengamankan dukungan dalam wacana negara untuk konstitusi baru yang direncanakan disahkan akhir tahun ini yaitu merekomendasikan setidaknya 30 persen yang menjabat di kursi pemerintahan harus perempuan.
Dengan kuota ini, para pendukung berpendapat, dapat memperbaiki catatan buruk Yaman terhadap keterwakilan perempuan dalam dunia politik dan membuang stigma negatif terhadap perempuan yang menduduki posisi kekuasaan.
Kebanyakan perempuan berfikir bahwa perempuan tidak akan terwakili kecuali ada kuota, walaupun itu juga datang dari pihak yang lebih konservatif.
[mag1/zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: