Di hadapan parlemen Australia, Perdana Menteri Tony Abbott menyebut, ia akan menandatangani perjanjian kerjasama buklir dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungannya selama tiga hari ke Mumbai dan New Delhi mulai besok (4/9).
"Harapan saya adalah untuk memperdalam persahabatan antara Australia dan India pada saat optimisme baru di India di bawah pemerintahan baru Perdana Menteri Modi," kata Abbott dikutip
ABC News.
Dalam kesempatan yang sama, Abbott menekankan bahwa Australia telah secara resmi mengakhiri hubungan perdagangan uranium dengan Rusia menyusul sanksi yang diterapkannya bersama negara-negara Barat terkait krisis yang terjadi di Ukraina.
"Tidak akan ada penjualan uranium Australia ke Rusia sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Abbott.
"Australia tidak berniat menjual uranium ke negara yang begitu jelas melanggar hukum internasional seperti Rusia saat ini," katanya.
Larangan ekspor uranium di Rusia tidak akan berpengaruh langsung, meskipun guling argumen lawan 'bahwa kesepakatan selalu kesalahan.
Australia diketahui memiliki hampir sepertiga dari cadangan uranium dunia. Negeri kanguru menerapkan langan syarat yang ketat untuk melakukan kontrak ekspor uraniaum.
Abbott menegaskan, India saat ini lebih layak menjalani kesepakatan dagang uranium dibandingkan dengan Rusia.
"Jika kita siap untuk menjual uranium ke Rusia, dan kami sudah siap untuk melakukan itu di masa lalu, tentunya kita harus siap untuk memberikan uranium ke India di bawah perlindungan yang sesuai," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: