Kelompok HAM yang berbasis di Inggris itu menyebut, pihaknya mengumpulkan sejumlah buktui bahwa sejumlah pembunuhan massal digelar di Sinjar pada bulan Agustus. Dua aksi pembunuhan massal terbesar dilakukan ISIS ketika menyerbu desa-desa pada tanggal 3 dan 15 Agustus.
"Sekelompok pria dan anak laki-laki yang berusia sekitar 12 tahun dari di desa yang diduduki oleh kelompok militan ISIS ditangkap dan ditembak," kata keterangan Amnesti Internasional kelompok HAM yang berbasis di Inggris itu.
"ISIS melakukan kejahatan keji dan telah mengubah daerah pedesaan Sinjar menjadi ladang pembunuhan berlumuran darah dalam kampanye brutal untuk melenyapkan semua jejak non-Arab dan Muslim non-Sunni," sambung pernyataan yang dikutip
BBC (Selasa, 2/9).
Sehari sebelumnya (Senin, 1/9), PBB juga mengumumkan rencana pengiriman tim khusus ke Irak untuk menindaklanjuti pelanggaran HAM yang dilakukan oleh ISIS. PBB memperingatkan, ISIS menargetkan kelompok Kristen, Yazidi, Turkmen, Shabak, Kaka'i, Sabean dan Syiah yang menjadi objek penganiayaan brutal.
[mel]
BERITA TERKAIT: