Komisasris tinggi badan HAM PBB Flavia Pansieri menyebut, Irak telah menghadapi kekerasan dan kerusuhan selama lebih dari satu dekade terakhir. Namun situasi semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir ketika kelompok ISIS merebut sejumlah bagian di wilayah Irak dan Suriah untuk mendirikan negara Islam.
"Dampak dari konflik yang berkepanjangan pada anak-anak Irak telah menjadi bencana," kata Pansieri dalam sesi darurat di Jenewa, Swiss.
"Banyak yang menjadi korban langsung dari konflik, sementara yang lain telah mengalami kekerasan fisik dan seksual. Bekas luka tersebut akan tetap bersama mereka sepanjang hidup," sambungnya.
Bukan hanya itu, ulah ISIS juga telah menyebabkan sejumlah rumah ibadah di Irak hancur dan anggota kelompok etnis atau agama berbeda dianiaya.
"Masyarakat internasional harus meningkatkan upaya untuk melindungi semua warga Irak, termasuk kelompok etnis dan agama dan orang-orang yang rentan," kata Pansieri dikutip
CNN.
[mel]
BERITA TERKAIT: