Begitu hasil laporan dari Kantor untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) melaporkan bahwa lebih dari 1,6 juta orang di Irak telah mengungsi sejak awal tahun ini.
"Diperkirakan, lebih dari 600 ribu orang mengungsi di bulan Agustus saja," kata jurubicara PBB Stephane Dujarric seperti dilansir
Xinhua (Sabtu, 30/8).
Dujarric menambahkan bahwa para pengungsi yang tinggal di lebih dari 1.500 lokasi di seluruh negeri berada dalam kondisi yang sangat mengerikan.
"Kenaikan ini karena adanya kekerasan baru di berbagai daerah di Irak, khususnya di Provinsi Ninewa, Diyala, dan Anbar," lanjut Dujarric.
Menurut OCHA, sekitar 6.000 orang telah mendapatkan bantuan tunai, 9.000 orang mendapatkan bantuan hukum gratis dan lebih dari 3.000 orang dirujuk untuk layanan dan bantuan.
Krisis di Irak meningkat setelah militan ISIS menguasai Mosul sejak 10 Juni lalu. Meningkatnya kekerasan antara kelompok bersenjata dan pasukan pemerintah telah menyebabkan ratusan ribu orang membutuhkan bantuan.
[ian]
BERITA TERKAIT: