Perlu diketahui, ribuan orang Korea terpaksa terpisah dengan keluarganya akibat Perang Korea yang terjadi tahun 1950-1953 lalu. Sejak saat itu, Korea Utara dan Korea Utara beberapa kali melakukan kerjasama untuk mempertemukan anggota keluarga yang terpisah itu dalam reuni keluarga.
Demi mempermudah reuni keluarga itu,
Yonhap mengabarkan, Kementerian Unifikasi Korea Selatan membangun proyek tersebut. Tujuannya adalah untuk merekam dan memverifikasi data genetik warga negaranya agar kelak ia atau keturunannya dapat bertemu kembali dengan anggota keluarganya yang berada di Korea Utara.
"Dari anggota keluarga terpisah yang mengajukan untuk tes genetik, pelayanan pertama akan memilih 1.200 orang berdasarkan senioritas mereka. Mereka akan menjalani tes mulai Senin (25/8) dan melestarikan informasi genetik mereka," kata juru bicara Kim Ui-do (Sabtu, 23/8).
Berdasarkan data pemerintah Korea Selatan, sekitar 81 persen dari 69,866 warga Korea Selatan yang memiliki anggota keluarga di Korea Utara telah berusia di atas 70 tahunan. Pemerintah Korea Selatan sendiri mulai mendokumentasikan keluara yang terpisah sejak tahun 1988.
[mel]
BERITA TERKAIT: