Seorang pejabat senior Israel, dikutip dari
CNN, mengatakan, militer Israel menyalahkan militan di Gaza karena melanggar gencatan senjata. Pihak militer Israel mengatakan, tiga roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam wilayah Beer Sheva di Israel selatan pada Selasa sore. Namun tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Roket meluncur hanya beberapa jam setelah gencatan senjata diperpanjang satu hari sepanjang Selasa (19/8), melanjutkan lima hari sebelumnya. Gencatan senjata itu sebetulnya peluang untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih permanan.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) untuk merespons serangan roket. Demikian dikatakan seorang pejabat senior Israel kepada
CNN. Tak lama kemudian, IDF melepaskan serangan terhadap sasaran di Gaza.
"Sekali lagi, teroris melanggar gencatan senjata," kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Peter Lerner, dalam pernyataannya.
"Agresi lanjutan ini akan dibahas. Kami akan terus menyerang infrastruktur teror, mengejar teroris, dan menghilangkan kemampuan teror di Jalur Gaza, dalam rangka memulihkan keamanan untuk negara Israel," tambahnya.
Sampai sekarang belum jelas siapa yang menembakkan roket dari Gaza. Belum ada satupun kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
Namun, juru bicara Hamas, Sami Abu Zouhri, dalam pesan teks yang dikirim ke CNN, membantah bahwa Hamas bertanggung jawab.
"Kami tidak memiliki informasi tentang roket ditembak dari Gaza ke Israel. Tujuan dari serangan udara di Gaza adalah untuk menghentikan negosiasi di Kairo. Pendudukan Israel memikul tanggung jawab untuk ini," kata Abu Zouhri.
[ald]
BERITA TERKAIT: