Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, dikutip
BBC, menyebutkan agar Israel dan Hamas membangun gencatan senjata berkelanjutan. Ia menyebut, Amerika Serikat siap membantu kedua belah pihak untuk memperpanjang gencatan senjata demi memberikan waktu lebih bagi pembicaraan damai.
Sedangkan PBB meyebut bahwa kembali jatuhnya korban jiwa merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi. Sekjen PBB dalam penyataannya bahkan mengutuk serangan yang kembali terjadi itu.
"Sekjen menyerukan agar kedua belah pihak segera menemukan cara untuk menghormati gencatan senjata demi kemanuasiaan dan melanjurkan negosiasi di Kairo demi menemukan gencatan senjata berkala," jelasnya.
Diketahui Israel kembali mulai melancarkan serangan udara ke Gaza pada Jumat, usai tiga hari menggelar gencatan senjata. Israel berdalih, serangan dilakukan untuk membalas serangan yang terlebih dahulu dilancarkan Hamas.
Gencatan senjata itu dimanfaatkan oleh delegasi Israel dan Palestina untuk menggelar negosiasi dengan mediasi Mesir di Kairo demi menemukan solusi damai berkepanjangan bagi Gaza. Namun kedua belah pihak memiliki pandangan yang berbeda soal solusi tersebut.
Di satu sisi Israel menginginkan Hamas terlebih dahulu melucuti senjatanya sebelum melakukan negosiasi lebih lanjut, di sisi lain Hamas menuntut agar Israel terlebih dahulu membuka blokade ekonomi dan perbatasan. Pada akhirnya kedua belah pihak tidak menemukan titik kesepakatan.
Akibat serangan yang kembali terjadi kemarin, sebanyak lima orang warga Palestina tewas dan dua pasukan Israel luka-luka. Angka itu menambah panjang daftar korban dari kedua belah pihak. Sejak serangan dimulai 8 Juli lalu telah ada lebih dari 1.900 warga Palestina dan 67 warga Israel yang tewas.
[mel]
BERITA TERKAIT: