
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia dan presiden dari sejumah negara Afrika Barat yang banyak menderita wabah Ebola seperti Sierra Leone dan Liberia menggelar pertemuan di Guinea hari ini (Jumat, 1/8). Pertemuan itu dilakukan untuk meluncurkan dana awal sebesar 100 juta dolar AS sebagai bagian dari rencana tanggap darurat menghadapi penyebaran virus itu.
Dalam pertemuan tersebut juga hadir beberapa ratus tenaga medis untuk mendiskusikan soal penyebaran virus yang telah merenggut hampir 730 jiwa itu.
Pertemuan itu juga dilakukan untuk meningkatkan upata untuk mencegah dan mendeteksi kasus terduga pengidap Ebola, mendesak pengawasan serta memperkuat koordinasi pusat wabah tersebut di Guinea.
Dikabarkan
AsiaOne, pertemuan itu digelar setelah otoritas kesehatan Jerman dan Prancis mengeluarkan peringatan terhadap perjalanan ke tiga negara Afrika demi mencegah penyebaran penyakit tersebut.
"Hal ini seperti memerangi kebakaran hutan. Jika Anda meninggalkan satu bara terbakar, satu kasus tidak terdeteksi, bisa menyalakan kembali epidemi," kata kepala badan kesehatan masyarakat Amerika Serikat, Tom Frieden.
Sementara itu di Amerika Serikat, sebuah rumah sakit sudah disiapkan untuk menangani apsien Ebola.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: