Bayi "Ajaib" Shayma Tewas Sebelum Gencatan Senjata Israel-Hamas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 01 Agustus 2014, 13:26 WIB
Bayi "Ajaib" Shayma Tewas Sebelum Gencatan Senjata Israel-Hamas
Shayma/russia today
rmol news logo Seorang bayi yang sempat selamatkan dari dalam rahim ibunya yang tewas di Gaza akhirnya meninggal dunia di dalam inkubator rumah sakit Khan Yunis, sebelah selatan Gaza.

Meninggalnya bayi tersebut, dikabarkan Russia Today (1/8), dikarenakan inkubator yang menjaganya mengalami kekurangan listrik setelah  sumber listrik juga ikut terkena imbas dari serangan Israel ke wilayah Gaza.

Bayi prematur bernama Shayma itu sebelumnya sempat dikeluarkan dari rahim ibunya yang tewas 10 menit sebelum operasi penyelamatan bayi pada Sabtu pekan lalu. Orang tua sang bayi diketahui terkena serangan Israel. Ayahnya tewas, dan ibunya juga tewas ketika tengah upaya penyelamatan dirinya dan bayinya. Karena kemampunnya bertahan, bayi Shayma sempat mendapat julukan 'bayi ajaib'.

Kendati sempat kekurangan oksigen, Shayma berhasil bertahan hidup selama lima hari di dalam inkubator. Dokter menyebut, bayi itu memerlukan waktu setidkanya tiga minggu di dalam inkubator untuk membuat kondisi tubuhnya stabil. Namun, serangan Israel yang juga menyerang pembangkit listrik yang memasok aliran listrik ke rumah sakit itu turut mengganggu proses perawatannya dalam inkubator. Shayma pun tak mampu bertahan hidup dan akhirnya tutup usia pada Rabu (30/7) kemarin.

"Kekurangan listrik yang sedang berlangsung berperan karena tabung oksigennya tidak bekerja dengan baik dan kami harus menyadarkan dia lebih dari sekali secara manual," kata dokter yang merawatnya.

Untuk diketahui, Israel melancarkan serangan ke wilayah Gaza sejak awal Juli lalu dengan dalih untuk meredam aksi brutal kelompok Hamas. Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 1.300 warga Palestina tewas, sebagian besar di antaranya merupakan warga sipil.

Dalam perkembangan terbaru, Israel dan Hamas sepakat menggelar gencatan senjata tanpa syarat di Gaza selama 72 jam mulai pukul 8 pagi hari tadi (Jumat, 1/7) waktu setempat. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US