Jurubicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qedra, mengungkapkan bahwa korban berasal dari dua serangan terpisah.
Serangan tersebut terjadi saat gencatan senjata kemanusiaan yang diusulkan PBB selama 24 jam antara Israel dan Hamas gagal diterapkan.
Jurubicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Hamas dan faksi-faksi Palestina sepakat untuk menerima gencatan senjata PBB yang diusulkan untuk 24 jam, namun Israel menolaknya.
"Hamas tidak butuh gencatan senjata, tapi kami menuntut gencatan senjata kemanusiaan bagi rakyat kami di Jalur Gaza," pinta Abu Zuhri, dikutip
CBC News.Dengan demikian, operasi besar-besaran yang dilancarkan Israel sejak 8 Juli di Jalur Gaza sejauh ini sudah menewaskan 1.031 warga Palestina dan lebih dari 6.000 lainnya terluka.
Harapan akan adanya perpanjangan gencatan senjata kemanusiaan yang disepakati kedua belah pihak pada hari Sabtu selama 12 jam menjadi pupus.
[ald]
BERITA TERKAIT: