GAZA MEMBARA

Gencatan Senjata yang Gagal Kembali Memakan Korban Nyawa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Senin, 28 Juli 2014, 16:14 WIB
Gencatan Senjata yang Gagal Kembali Memakan Korban Nyawa
ilustrasi/net
rmol news logo Seorang warga Palestina tewas dan sepuluh orang lainnya luka pada hari Minggu (27/7) setelah jet perang Israel kembali melancarkan serangan udara di Gaza.

Jurubicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qedra, mengungkapkan bahwa korban berasal dari dua serangan terpisah.

Serangan tersebut terjadi saat gencatan senjata kemanusiaan yang diusulkan PBB selama 24 jam antara Israel dan Hamas gagal diterapkan.

Jurubicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Hamas dan faksi-faksi Palestina sepakat untuk menerima gencatan senjata PBB yang diusulkan untuk 24 jam, namun Israel menolaknya.

"Hamas tidak butuh gencatan senjata, tapi kami menuntut gencatan senjata kemanusiaan bagi rakyat kami di Jalur Gaza," pinta Abu Zuhri, dikutip CBC News.

Dengan demikian, operasi besar-besaran yang dilancarkan Israel sejak 8 Juli di Jalur Gaza sejauh ini sudah menewaskan 1.031 warga Palestina dan lebih dari 6.000 lainnya terluka.

Harapan akan adanya perpanjangan gencatan senjata kemanusiaan yang disepakati kedua belah pihak pada hari Sabtu selama 12 jam menjadi pupus. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA