Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prancis, Francois Hollande, pada Sabtu sore (19/7) usai menelepon Presiden Ukraina Petro Poroshenko.
Francois dan Petro sama-sama menekankan pentingnya mengedepankan bukti nyata dari fakta-fakta dalam rangka untuk menarik segala konsekuensi dari tragedi yang mengerikan itu.
"Untuk tujuan ini, setiap halangan bagi pejabat International Civil Aviation Organization (ICAO), peneliti atau pengamat dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) tidak dapat ditoleransi. Seperti yang diminta PBB, mereka harus melanjutkan tanpa penundaan untuk melakukan penyelidikan internasional yang akan membantu memperoleh kebenaran," begitu pernyataan yang dikeluarkan Istana Elysee, istana kepresidenan Prancis, dikabarkan
Xinhua.
Selain itu, kedua pemimpin juga sepakat untuk bekerja sama mereka guna mengungkap tragedi ini.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: