Kementerian Luar Negeri Filipina juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas tragedi yang menelan seluruh penumpang yang berjumlah 283 orang dan 15 kru itu.
"Hal ini sangat penting bahwa masyarakat internasional harus bersama-sama membantu menentukan orang-orang yang bertanggung jawab atas tindakan brutal terhadap pesawat sipil ini," begitu kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina dikutip
Xinhua.
Selain itu Filipina juga menuntut pelaku penembakan rudal terhadap pesawat sipil di wilayah konflik antara kelompok separatis dan pemerintah Ukraina.
Dalam tragedi itu diketahui terdapat tiga warga Filipina yang ikut menjadi korban.
Juru bicara kepresidenan Filipina, Abigail Valte menyebut pemerintah siap memberikan bantuan kepada keluarga korban termasuk dalam proses pemulangan jenazah.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: