200 Ribu Pasien Asing Dari 191 Negara Cari Pengobatan Ke Korea Selatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 14 Juli 2014, 14:53 WIB
200 Ribu Pasien Asing Dari 191 Negara Cari Pengobatan Ke Korea Selatan
ilustrasi/net
rmol news logo Sekitar 211,218 ribu pasien asing tercatat datang ke Korea Selatan untuk mendapatkan pengobatan sepanjang tahun 2013 lalu.

Pasien-pasien yang datang dari 191 negara berbeda untuk berobat di sejumlah rumah sakit di Korea Selatan itu membawa manfaat ekonomi bagi negeri gingseng. Dengan banyaknya pasien asing, nilai penjualan mencapai 39.34 miliar won atau meningkat sekitar 47 persen dari tahun sebelumnya.

Bukan hanya itu, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Korea Selatan, tiap pasien asing menghabiskan rata-rata 1.86 juta won atau meningkat sekitar 10.7 persen dari tahun sebelumnya. Dari total pasien tersebut, sebanyak 117 pasien diketahui merogoh kocek sekitar 100 juta won atau lebih untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit di Korea Selatan.

Dari total pasien asing itu, pasien terbanyak berasal dari China, yakni berjumlah 56.075 orang dan Amerika Serikat yang berjumlah 32.750 orang.

Selain itu Rusia juga menyumbang pasien ke Korea Selatan dengan jumlah 24.026 orang, serta Jepang dengan 16.849 orang. Negara lain yang pasiennya sengaja datang untuk berobat ke Korea Selatan adalah Mongolia, Kazakhstan, dan Uzbekistan yang memiliki kerjasama berkelanjutan antar pemerintah.

Dikabarkan Korea Net pada Senin (14/7), masing-masing pasien asing memiliki preferensi unik mengapa datang ke Korea Selatan untuk berobat. Pasien-pasien dari China, misalnya, mayoritas berobat ke Korea Selatan untuk melakukan perawatan kulit atau operasi plastik. Sementara itu pasien dari Rusia umumnya datang ke Korea Selatan untuk melakukan pengobatan internal, general check-up, ataupun cek kandungan, serta perawatan kulit.

Kementerian juga mencatat, pasien asing yang paling banyak mengeluarkan biaya untuk melakukan pengobatan di negara tersebut adalah pasien yang berasal dari Uni Emirat Arab. Para pasien negara kaya minyak tersebut rata-rata menghabiskan sekitar 17.71 juta won dalam tiap perawatannya. Jumlah tersebut setara dengan 9.5 kali rata-rata nasional.

Sejak pariwisata medis ditetapkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru Korea Selatan di tahun 2009. lebih dari 630 ribu pasien asing telah memilih Korea Selatan sebagai tujuan pelayanan medis. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA