Serangan yang dilancarkan di sepanjang jalan menuju bandara itu dilakukan oleh kelompok militan yang berbeda. Mereka berupaya merebut kendali atas wilayah bandara.
Dikabarkan
CNN, brigade dari milisi Zintan telah menguasai bandara sejak perang sipil Libya pecah tahun 2011 lalu. Namun kelompok milisi lain beruapa merebut kendali dengan melakukan serangan.
Akibatnya, lalu-lintas penerbangan menjadi terganggu dan sejumlah jadwal kedatangan internasional terpaksa dialihkan ke kota Misrata. Selain itu bandara Tripoli juga resmi ditutup hingga tanggal 17 Juli mendatang.
Menyusul serangan tersebut, pemerintah mengerahkan pasukan demi meredam aksi militan serta menyerukan agar masyrakat tenang. Selain itu pemerintah juga mengeluarkan pernyataan keadaan darurat bagi semua rumah sakit dan klinik di Tripoli.
Sehari sebelum terjadinya serangan (Sabtu, 12/7), Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sempat mengeluarkan pernyataan dan keprihatinannya atas kekerasan yang masih berlangsung di Libya.
Padahal negara tersebut telah lepas dari kepemimpinan Moammar Gadhafi yang telah memimpin selama 42 tahun pada 2011 lalu. Hal itu tak juga membuat Libya menjadi negara yang stabil. Masalah utama yang dihadapi Libya adalah aksi dari kelompok-kelompok milisi bersenjata yang terbagi atas dasar regional, garis suku, ataupun ideologis.
[mel]
BERITA TERKAIT: