"National Security Agency (NSA) dan FBI telah diam-diam memantau email dari tokoh Muslim Amerika di bawah prosedur rahasia yang dimaksudkan untuk menargetkan teroris dan mata-mata asing," begitu bunyi sebuah dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden.
Kelima orang muslim tersebut adalah seorang agen Partai Republik yang juga mantan karyawan Departemen Keamanan Dalam Negeri Faisal Gill, pengacara yang kerap mewakili klien dengan kasus terorisme Asim Ghafoor, profesor di Rutgers University Hooshang Amirahmadi, mantan profesor ilmu politik di California State University Agha Saeed, dan direktur eksekutif badan hubungan Amerika-Islam Nihad Awad.
Dikabarkan
BBC (Rabu, 9/7), menurut laporan tersebut, hasil penyelidikan selama tiga bulan kepada kelima orang tersebut menunjukkan bahwa kelimanya tidak terlibat dalam kegiatan terorisme.
Terkait kebocoran dokumen itu, NSA dan Departemen Kehakiman angkat bicara dan menyebut bahwa email warga Amerika Serikat hanya akan diakses oleh lembaga tersebut bila ada penyebab dan alasan yang tepat.
"Hal ini sepenuhnya salah bahwa badan-badan intelijen AS melakukan pengawasan elektronik tokoh politik, agama atau aktivis semata-mata karena mereka tidak setuju dengan kebijakan publik atau mengkritik pemerintah, atau untuk melaksanakan hak konstitusional," tulis dua lembaga tersebut dalam pernyataan bersama.
[mel]
BERITA TERKAIT: