Akhir-akhir ini, pemadaman listrik sering terjadi di Negeri Piramid itu, meski Menteri Listrik Mohamed Shaker telah mengumumkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada Kamis (3/7) karena alasan meminimalisasikan defisit anggaran.
Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat karena meraka terpaksa bergelap-gelapan saat berbuka puasa maupun sahur dan juga tidak bisa menggunakan kipas angin atau Air Conditioner (AC) di saat cuaca panas.
"Di bulan Ramadan kali ini, orang-orang merayakannya dengan menggantung petromax di jalan-jalan. Saya merasa kurang bahagia karena di hari pertama Ramadhan harus berbuka dalam keadaan gelap-gelapan," kata seorang warga, Alaa Ahmed seperti dikutip
Xinhua (Sabtu, 5/7).
Pemadaman listrik, kekurangan gas, dan melonjaknya harga menjadi alasan utama rakyat Mesir memprotes mantan Presiden Mohamed Morsi, yang berakhir dengan kejatuhannya oleh militer pada Juli lalu.
Oleh karena itu, keadaan ini dianggap sebagai tantangan bagi presiden baru Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi. Untuk mengatasinya, Al Sisi mendesak rakyatnya untuk mengencangkan ikat pinggang mereka dan mendorong mereka untuk berkorban demi masa depan yang lebih baik dari negara.
[ian]
BERITA TERKAIT: