Pemadaman Listrik Jadi Cobaan Berat Puasa Ramadhan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Sabtu, 05 Juli 2014, 14:19 WIB
Pemadaman Listrik Jadi Cobaan Berat Puasa Ramadhan
ilustrasi:net
rmol news logo Pada bulan suci Ramadhan kali ini, tampaknya masyarakat Mesir harus  dua kali lipat meningkatkan kesabaran. Bagaimana tidak? Selain bulan berlimpah berkah ini harus datang berbarengan dengan musim panas yang tak tertahankan, rakyat Mesir juga harus merasakan pemadaman listrik bergiliran.

Akhir-akhir ini, pemadaman listrik sering terjadi di Negeri Piramid itu, meski Menteri Listrik Mohamed Shaker telah mengumumkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada Kamis (3/7) karena alasan meminimalisasikan defisit anggaran.

Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat karena meraka terpaksa bergelap-gelapan saat berbuka puasa maupun sahur dan juga tidak bisa menggunakan kipas angin atau Air Conditioner (AC) di saat cuaca panas.

"Di bulan Ramadan kali ini, orang-orang merayakannya dengan menggantung petromax di jalan-jalan. Saya merasa kurang bahagia karena di hari pertama Ramadhan harus berbuka dalam keadaan gelap-gelapan," kata seorang warga, Alaa Ahmed seperti dikutip Xinhua (Sabtu, 5/7).

Pemadaman listrik, kekurangan gas, dan melonjaknya harga menjadi alasan utama rakyat Mesir memprotes mantan Presiden Mohamed Morsi, yang berakhir dengan kejatuhannya oleh militer pada Juli lalu.

Oleh karena itu, keadaan ini dianggap sebagai tantangan bagi presiden baru Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi. Untuk mengatasinya, Al Sisi mendesak rakyatnya untuk mengencangkan ikat pinggang mereka dan mendorong mereka untuk berkorban demi masa depan yang lebih baik dari negara. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA