Sebelum itu, jelasnya, konstitusi sementara akan diadopsi bulan depan.
"Kami ingin melihat pemilu yang akan berlangsung di bawah konstitusi baru yang akan bebas dan adil, sehingga dapat menjadi dasar kuat bagi demokrasi Thailand yang lengkap," kata Prayuth dalam pidatonya (Sabtu, 28/6).
Sebuah kabinet sementara yang dibentuk akan memerintah hingga terselenggaranya pemilihan umum tahun depan.
Pemilihan umum tersebut, jelasnya, akan berlangsung di bawah konstitusi baru dan akan disusun oleh badan yang ditunjuk.
"Hari ini bila kita maju dan menggelar pemilu, itu akan membawa situasi yang dapat menciptakan konflik dan negara akan kembali pada siklus lama dari konflik, kekerasan, korupsi oleh kelompok-kelompok yang berpengaruh dalam politik, terorisme, dan penggunaan senjata perang," sambungnya seperti dikabarkan
BBC.
Diketahui, militer merebut kekuasaan Thailand dari tangan militer pada 22 Mei lalu dengan alasan untuk mengembalikan stabilitas Thailand setelah kerusuhan politik yang terjadi selama beberapa bulan sebelumnya.
Sejak saat itu, pemerintahan dijalankan oleh junta militer yang disebut dengan Dewan Ketentraman dan Ketertiban Nasional.
[mel]
BERITA TERKAIT: