Begitu kata Presiden Nigeria Goodluck Jonathan ketika mengunjugi lokasi kejadian ledakan bom yang menewaskan 21 orang di distrik kelas atas di ibukota Abuja pada Jumat (27/6). Ledakan tersebut terjadi di lokasi pusat perbelanjaan di tengah keramaian orang, dua hari sebelumnya.
"Ini sangat menyakitkan ketika sejumlah warga Nigeria bekerja keras untuk menjaga keluarga mereka dan anak-anak mereka, yang lainnya sibuk merencanakan untuk membunuh orang, mengintimidasi," kata Jonatahan di tengah puing-puing bangunan dan kendaraan yang hangus terbakar.
Diketahui, serangan tersebut merupakan ketiga kalinya yang terjadi di Abuja sejak April lalu. Serangan yang dilakukan oleh kelompok militan Boko Haram itu dinilainya sebagai hal yang lebih buruk daripada perang saudara.
"Dalam perang saudara Anda tahu garis pertempuran. Anda tahu kemana harus lari. Tapi yang satu ini, musuh berada dalam saku anda,' tandasnya seperti dikabarkan
Reuters.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: