Dikabarkan
Reuters, keputusan itu dibuat di tengah pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok militan yang mengancam kesatuan negara.
Wakil Presiden yang juga bertindak sebagai Presiden Irak Khudair al-Khuzai menyebut sidang harus segera digelar.
Sebelumnya, Perdana Menteri Irak Nouri Maliki telah menolak permintaan untuk membentuk pemerintahan gabungan yang dapat mewakilan seluruh golongan di Irak.
Pembentukan pemerintah gabungan tersebut disuarakan oleh sejumlah pihak termasuk Amerika Serikat. Pasalnya tiga bulan pasca pemilu, pemerintahan Irak harus segera dimulai.
Pemerintahan gabungan tersebut dimaksudkan untuk meredam serangan yang dilakukan oleh kelompok militan sunni yang terjadi sejak dua pekan terakhir.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: