Hal itu diserukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Rabu (25/6).
Diketahui, terdapat lebih dari 45 ribu orang Pakistan telah meninggalkan rumah mereka dalam kurun waktu dua minggu terakhir akibat serangan militer yang mencoba membasmi kelompok militan di wilayah Waziristan Utara, dekat perbatasan dengan Afghanistan sejak 15 Juni lalu.
Jumlah tersebut diprediksi masih dapat meningkat menjadi 600 ribu orang.
Itu berarti potensi bahaya penyebaran virus polio meningkat seiring dengan pertambahan jumlah pengungsi.
Para pejabat militer menyebut, banyak dari para pengungsi yang pindah ke kamp-kamp di dekat provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
"Jumlah tertinggi kasus polio berada di Waziristan Utara," kata juru bicara WHO Pakistan Dr Nima Saeed di Islamabad seperti dikabarkan
CNN.
Ia menyebut hal itu terjadi akibat migrasi massal yang terjadi di daerah-daerah rentan sehingga memicu peningkatan penularan virus polio.
WHO sendiri, lanjut Saeed, melakukan upaya untuk meredam penyebaran virus polio dengan cara memberikan vaksin kepada para pengungsi di sepanjang rute pengungsian.
Polio sendiri merupakan penyakit yang mudah menular tertutama kepada anak-anak. Virus tersebut dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian.
[mel]
BERITA TERKAIT: