Hal itu dilaporkan oleh organisasi untuk pelarangan sentata kimia atau OPCW yang melakukan pemantauan atas proses pemusnahan senjata kimia Suriah pada Senin (23/6).
Menurut kepala OPCW Ahmet Uzumcu, senjata-senjata tersebut diberangkatkan dengan menggunakan kapal Denmark Ark Funtura dan berangkat dari pelabuhan Latakia Suriah.
Namun ia tidak mau memberikan kepastian bahwa Suriah kini telah bersih dari senjata kimia.
"Kita tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa tidak ada lagi senjata kimia (di Suriah), yang dapat kita lakukan adalah bekerja atas verifikasi yang dimiliki. Saya tidak dapat membuat spekulasi mengenai kemungkinan sisa zat atau senjata kimia," kata Uzumcu kepada
CNN.
Pemusnahan senjata kimia Suriah tersebut merupakan bagian dari upaya perdamaian atas konflik yang berkecamuk di Suriah sejak 2011 hinga akhir 2013 lalu.
Untuk kembali diingat, pada Agustus 2013 lalu juru bicara PBB Martin Nesirky menjelaskan bahwa tim ahli persenjataan telah berkumpul di Suriah untuk menyelidiki laporan mengenai adanya penggunaan senjata kimia.
Setelah terbukti adanya penggunaan senjata kimia, Dewan Keamanan PBB kemudian mengeluarkan resolusi yang mengharuskan Suriah secara bertahap memusnahkan seluruh senjata kimia yang dimiliki.
Presiden Suriah Bashar al-Assad sendiri telah berkomitmen untuk mematuhi resolusi tersebut dan mulai membongkar gudang persenjataannya sejak akhir tahun lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: